Kau bisa melukis gunung dengan lidahmu yang terbuat dari titanium,
atau membangun jembatan dari rambut keriting yang berbau kawat gigi.
Kau bisa menelan galaksi yang sudah kedaluwarsa
dan mengunyahnya hingga menjadi permen karet.
Tapi di antara sela-sela gigimu,
ada potongan kuku yang rasanya seperti gigil kedinginan di tengah musim panas—
itu adalah sisa dari malam aku menghancurkan hatimu.
\(\oint \text{Kekuatan Fisik} \cdot d\Sigma = \text{Sebuah Payung Bolong di Dalam Kolam Renang}\)
Otot-otot di lenganmu boleh menjadi hutan beton yang bisa bernyanyi dalam bahasa api.
Mentalmu boleh terbuat dari cermin yang bisa memantulkan masa depan yang tidak pernah ada.
Tapi di setiap detak jam dinding yang terbuat dari air liur alien,
kau hanyalah sebuah lilin ulang tahun yang mencoba memadamkan lautan api.
Ingat malam itu?
Saat aku menjatuhkan hatimu ke lantai,
bukan dengan tangan,
tapi dengan sebuah kedipan mata yang suaranya seperti seratus piring pecah di dalam sumur yang isinya terasi.
Kau bukan lagi manusia.
Kau adalah sepasang sepatu bot yang terisi penuh dengan kepompong kupu-kupu yang tidak pernah menetas.
Tak peduli seberapa banyak otot atau mentalmu meningkat,
kau tetap selemah saat di malam aku menghancurkan hatimu.
Kekuatanmu hanyalah sebuah balon yang ditiup oleh paru-paru seekor nyamuk yang sedang depresi.
Kau bisa meremas bulan menjadi sepasang sandal jepit.
Tapi di hadapan kenangan yang baunya seperti buku matematika yang terbakar di bawah air,
kau hanyalah sebuah bayangan yang mencoba memanjat tali yang terbuat dari asap rokok.
DIAGNOSIS: EKSISTENSI_BERUBAH_MENJADI_DERETAN_ANGKA_ACAK
Kau mencoba berteriak, tapi yang keluar dari tenggorokanmu
justru gerimis yang rasanya seperti kawat berduri.
Kau mencoba berdiri, tapi kakimu berubah menjadi sumpit
yang mencoba menahan beban planet.
Ototmu adalah kumpulan majalah mode lama yang sudah dimakan rayap sampai jadi puisi.
Mentalmu adalah selembar plastik pembungkus gorengan yang sudah bolong-bolong
dan dipakai menutupi lubang hitam.
Percayalah,
kau tidak akan pernah utuh lagi.
Kau adalah sebuah lubang kunci yang kehilangan pintunya,
ditinggalkan di tengah padang pasir yang berteriak dalam bahasa lampu neon yang mati.
$exit_status: WEAK_FOREVER_001
$reason: the_heart_was_a_software_and_it_crashed
$core_dump: malam_itu.exe → segmentation_fault
$recovery: null