← kembali
MEMUTAR GLITCH: 0%
𝄞 absurdum: malfungsi aksara

Rekaman Terakhir:
Glitch di Birama ke-7

[ format: .mem | durasi: tidak terbatas | kondisi: corrupted ]
BIRAMA I
Andante — perlahan, seperti ingat
Ia selalu memulai dari nada yang sama. Jari-jarinya tahu urutan yang tidak pernah ia ajarkan kepada siapapun — tiga nada turun, dua nada naik, lalu jeda selama satu ketukan yang terasa seperti selamanya.
Perempuan itu hafal jedanya. Ia hafal nadanya. Ia tidak hafal bagaimana cara berhenti mendengarnya.
BIRAMA II
Con moto — bergerak, tapi ke mana?
mp. Rekaman itu masih ada di suatu tempat. Bukan di perangkat mana pun — tapi di antara tulang selangkanya dan paru-paru kirinya, di mana suara tidak bisa dihapus, hanya bisa memudar.
Orang itu merekam dirinya sendiri waktu itu. Ia pikir tidak ada yang mendengar. Perempuan itu mendengar semuanya. Bahkan bagian yang ia salah mainkan lalu ia ulangi. Terutama bagian itu.
BIRAMA III
Rubato — bebas, tidak teratur
Sekarang ia mencoba mengingat urutannya. Tiga nada turun — ini masih ia ingat. Dua nada naik — ini juga. Tapi jedanya —
jedanya sudah bergeser. Bukan satu ketukan lagi. Sekarang jedanya terasa seperti dua ketukan, atau tiga, atau mungkin tidak ada jeda sama sekali dan ia yang salah ingat.
BIRAMA IV
Meno mosso — melambat tanpa sadar
p. Ada yang aneh dengan cara ia mengingat. Melodinya masih ada, tapi seperti diputar dari balik tembok. Atau seperti seseorang menyalakan radio di ruangan sebelah dan kemudian pergi.
Radio terus menyala. Suaranya masih jernih. Suaranya sudah tidak jernih. Ada sesuatu yang berdesis di antara nada-nada. Seperti kertas yang terbakar dari tepinya, perlahan, tanpa api yang terlihat.
BIRAMA V
Inquieto — gelisah, tidak stabil
Ia mencoba memutar ulang di dalam kepalanya. Tiga nada turun — masih benar. Dua nada naik — nada pertama benar, nada kedua sudah bergeser setengah. Jedanya satu ketukan. Jedanya tidak ada. Jedanya adalah lubang tempat ia biasa berdiri.
Rekaman ini sedang rusak. Ia tahu. Tapi ia tidak bisa berhenti memutar.
BIRAMA VI
Agitato — resah
Tiga nada turundua benar, satu sudah salah oktaf. Dua nada naikkeduanya tidak bisa dikenali. Jedanyaia tidak tahu lagi.
Mungkin tidak pernah ada jeda. Mungkin orang itu selalu langsung ke nada berikutnya dan ia yang menambahkan jeda itu sendiri karena ia butuh waktu untuk mengambil napas setiap kali mendengarnya.
BIRAMA VII — [ data tidak dapat dibaca ] T██ a n██ t██ u██ — s██ u██ d██ a██ h tidak ada nada yang tersisa yang bisa ia pertanggungjawabkan kebenarannya. [ seeking... seeking... seeking... ] ████ ██ █████ ████ — ████ ██ ███████ Tapi anehnya — ia masih bisa merasakannya. Di suatu tempat antara ingatan dan sinyal yang putus, melodinya masih ada. Bukan karena ia mengingat dengan benar. Tapi karena tubuhnya masih hafal cara merindukannya.
𝅗𝅥 Pada akhirnya hanya ada satu nada yang tidak rusak. Bukan karena ia kuat. Tapi karena ia adalah nada yang paling sering dimainkan di saat tidak ada yang menonton.
Nada itu masih berbunyi. Pemainnya yang sudah tidak di sini untuk mendengarnya.