Pagi ini seekor ikan lele terbang jatuh dari langit-langit kamarmu.
Ia membawa dua pilihan di sirip kirinya.
(Kamu tidak pernah punya langit-langit. Kamu juga tidak punya kamar.
Tapi di sini, semuanya dimulai dari tempat yang tidak ada.)
segmen_02 / 06
Di persimpangan jalan yang terbuat dari tulang iga sapi yang sudah lupa cara menjadi tulang,
ada sebuah tanda yang bertuliskan tiga hal sekaligus.
Kamu membacanya tiga kali.
Setiap kali kamu membacanya, artinya berubah.
(Ini normal. Di sini, semua tanda berbohong dengan cara yang sangat jujur.)
segmen_03 / 06
Kamu menemukan sebuah pintu yang menghadap ke dirinya sendiri.
Di balik pintu itu: ruangan yang identik dengan tempat kamu berdiri sekarang,
tapi semua furniturnya tiga sentimeter lebih ke kiri.
Di atas meja, ada sebuah foto.
Kamu tidak bisa melihat wajah di foto itu dari jarak ini.
Tapi kamu sudah tahu siapa.
segmen_04 / 06
Hujan turun dalam bentuk pertanyaan yang tidak ada jawabannya.
Setiap tetes mengenai kulitmu dan meninggalkan bekas berbentuk tanda tanya kecil.
Seseorang yang tidak punya wajah berdiri di sebelahmu.
Ia menawarimu sebuah payung.
(Payungnya berlubang. Ini juga sudah kamu ketahui dari awal.)
segmen_05 / 06
Di ujung simulasi ini ada sebuah cermin yang terbuat dari kata-kata yang tidak jadi diucapkan.
Bayanganmu di dalamnya sedikit terlambat —
seperti ia masih memproses sesuatu
yang kamu sudah lama berhenti memikirkannya.
Bayangan itu mengangkat tangan. Kamu tidak mengangkat tangan.
segmen_06 / 06 — terakhir
Kamu sampai di tempat yang seharusnya menjadi tujuan.
Tapi tidak ada yang di sini.
Hanya sebuah kursi kosong
dan secangkir teh yang masih hangat.
Seseorang baru saja pergi.
Atau mungkin mereka belum datang.
Di sini, keduanya terasa sama.
Ada secarik kertas di bawah cangkir itu. Namamu ditulis di sana dengan tulisan tangan yang kamu kenali.
// analisis selesai — hasil: jujur
// ini bukan tebakan
// kamu bisa mulai ulang. hasilnya tidak akan berbeda.