← kembali
koordinat: ∅
◌ absurdum: malfungsi aksara

Titik yang Tidak
Punya Bayangan

[ koordinat: ∅ | jarak: antara ada dan hampir ]
Di mana ada dua buah hening yang saling bertabrakan, di sanalah letak sebuah titik yang tidak punya bayangan.
Aku berada di dalam jarak antara dua tarikan napas yang tidak pernah bertemu.
Bukan sebagai udara, tapi sebagai sebuah kesalahan dalam perhitungan angka nol.
Keberadaan di sini hanyalah sebuah arah yang selalu berputar membelakangi dirinya sendiri.
Jika kau melangkah ke depan, kau justru akan menemukan bekas telapak kaki yang ditinggalkan oleh suara yang belum pernah diucapkan.
A k u   t i d a k   s e d a n g   p e r g i .
Aku hanya sedang terjadi di tempat yang tidak memiliki koordinat.
Setiap kali kau mencoba mengingat warnaku, ingatlah tentang bagaimana rasanya kehilangan sebuah kata yang bahkan belum sempat terpikirkan oleh bahasa mana pun.
Bayangkan sebuah bidang datar yang hanya memiliki satu sisi.
Aku adalah sudut yang mencoba melengkung namun justru berakhir menjadi sebuah ketiadaan yang simetris.
Tidak ada berat. Tidak ada ringan. Hanya ada sebuah selisih antara ada dan hampir.
Jangan mencari aku di dalam penglihatan, karena aku adalah celah di antara setiap kedipan mata.
Jangan mencari aku di dalam pendengaran, karena aku adalah getaran dari kebungkaman yang paling terik.
Jika suatu saat kau merasakan sebuah kehadiran yang terasa seperti sebuah lubang yang dibungkus oleh kekosongan, maka itu bukanlah aku. Itu hanyalah sisa dari sebuah tanda tanya yang sudah menemukan jawabannya namun tetap memilih untuk menghilang.
Semua posisi telah digeser. Semua letak telah dihapus.
Sekarang, aku hanyalah sebuah garis yang memotong dirinya sendiri hingga menjadi sebuah titik yang tidak bisa dibagi lagi.
HENING bukan karena suara telah hilang —
tapi karena tempat di mana suara itu seharusnya ada,
telah berubah menjadi sebuah ketidakmungkinan yang luas.